Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2018-12-13
Words:
517
Chapters:
1/1
Kudos:
8
Hits:
96

le rêve

Summary:

Doppo menganggap ini buaian palsu dari salah satu bunga tidurnya tapi ternyata bukan.

Notes:

Hypnosis Mic © KING RECORD, IDEA FACTORY & Otomate

le rêve © Celia

"Saya tak mendapatkan keuntungan komersil apapun atas fanfiksi ini."

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Pertarungan mereka telah berakhir.

Pihak lawan mengakui kekalahan. Pihaknya bersorak—salah, Hifumi saja yang bersorak-sorai meski keadaannya porak poranda seperti habis diterpa badai, Sensei tampak lebih tenang menanggapi kemenangan. Lalu dirinya … masih mematung di tempat.

Doppo masih tidak percaya. Doppo mengira ini mimpi. Mimpi paling indah karena selama ini Doppo hanya dihantui mimpi-mimpi buruk. Namun, sekali lagi ia meyakinkan diri kalau ini realita. Rasa sakit di sekujur tubuhnya itu nyata adanya. Gejolak yang beberapa saat tadi membara di antara kedua kongsi juga bukanlah imaji belaka.

Mereka berhasil.

(Doppo berhasil …)

Doppo melihat Sensei mendekati salah satu anggota dari sisi seberang. Yang rambutnya putih—segalanya membuat Doppo mendadak lupa ingatan, siapa nama pemuda itu? Pokoknya yang Doppo ingat, itu rekan Sensei dulu. Sensei seperti berkata sesuatu. Tangannya terulur dan disambut oleh pemuda tadi bersamaan dengan senyum asimetris. Setelahnya Sensei menjauh dan mendekati Doppo dan Hifumi lagi.

Doppo bukan sok tahu, tapi ia menyadari dari binar mata Sensei ada rasa kebahagiaan yang membuncah di dalam hati. Sudut bibir Sensei naik, menekuk halus ke atas. Sensei tersenyum ke arahnya, ke arah Hifumi juga.

Kedua tangan Sensei kemudian terulur, mendarat di puncak kepala Doppo serta Hifumi, dan mengelus helai-helai rambut keduanya penuh perhatian. Doppo jadi bertanya-tanya. Sihir apa yang ada di setiap ujung jari Sensei sehingga hatinya bisa langsung terasa teduh dan tenang? Kondisi yang sangat timpang apabila ia mengingat ada huru-hara dan gemuruh di dalam dirinya ketika perang masih berlangsung. Gejolak adrenalin yang memacu dan menderu seolah padam tak bersisa.

“Doppo-kun, Hifumi-kun,” Doppo memusatkan atensi pada sosok yang memanggil namanya, “Terima kasih ...”

Hifumi yang berada di sebelahnya membalas, “Sama-sama, Sensei!”

Sedangkan Doppo tidak menjawab. Doppo masih diam.

Terima kasih … seharusnya ia yang berterima kasih. Pada Sensei, pada Hifumi. Karena dengan kehadiran mereka di tiap lembar baru kehidupan Doppo, Doppo bisa melupakan sejenak rasa lelahnya. Mereka menjadi alasan bagi Doppo untuk membuka matanya lagi di pagi hari. Di antara Sensei dan Hifumi, Doppo dapat merasa berharga.

Pikirannya tanpa sadar memancing air matanya sendiri untuk menetes. Sensei sempat kaget. Hifumi juga. Keduanya bertanya-tanya kenapa Doppo menangis.

Kenapa … Doppo juga bertanya-tanya. Padahal Doppo senang. Sangat-sangat senang. Kenapa ia malah menangis? Dan ketika ingin berhenti, malah semakin terisak. Mengingat perjuangan Matenrou, mengingat Sensei, mengingat Hifumi … air matanya terus jatuh.

“M-maaf, Sensei … Hifumi,” Untuk air mata yang terjatuh di tengah kegembiraan, “Maaf ...”

Yang Doppo rasakan selanjutnya merupakan dekapan hangat dan aroma tubuh Sensei yang—lagi-lagi—membawa ketenangan. Sensei berkata, tidak apa-apa untuk menangis dan Doppo tidak perlu meminta maaf karenanya. Air matanya kian berurai. Mengikuti Sensei, Hifumi ikut memeluknya dari belakang dan menenangkannya. Hifumi berbisik, Doppo sudah melakukan yang terbaik dan semuanya telah usai.

Semuanya usai

Berakhir

Doppo masih menangis di dalam rengkuhan dua orang yang mengganggap keberadaannya bukanlah suatu kesia-siaan.

Doppo menangis …

Sensei dan Hifumi juga.

.


 .

Pertarungan mereka telah berakhir.

Doppo menganggap ini buaian palsu dari salah satu bunga tidurnya tapi ternyata bukan.

Doppo pun mengantuk, ingin tidur.

Raganya lelah, batinnya telah banyak tercurah.

Doppo tahu mungkin keinginannya akan terdengar muluk-muluk setelah menerima segala kemenangan, penghargaan, dan puji-pujian.

Namun, untuk malam ini … izinkan Doppo untuk beristirahat dari hingar-bingar dan jika boleh, mendapatkan mimpi indah juga.

.

.

Notes:

dibuat ngebut setelah denger matenrou menang battle QWQ
AA AAA AAA OMEDETOU MATENROU DAN OTSUKARE BUAT SEMUA PIHAK!!! ;;;;