Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-03-12
Words:
1,404
Chapters:
1/1
Comments:
1
Kudos:
67
Bookmarks:
10
Hits:
837

Last Romance

Summary:

Kakashi memeluk Sasuke dengan penuh keposesifan. Ia hirup dengan rakus aroma pasangan jiwanya. Kakashi bersumpah kisahnya dan Sasuke akan berakhir dengan bahagia. Mereka tidak akan mengulangi kisah penuh tragedi seperti milik Tobirama dan Kagami.

Work Text:

 

---


Perang Shinobi Keempat telah berakhir sejak tiga tahun yang lalu. Satu persatu teman-teman seangkatan Sasuke telah menikah bahkan Sakura, gadis yang telah jatuh cinta padanya sejak di Akademi telah menikah dengan Rock Lee. Ia tampaknya sudah menyerah akan perasaan tak terbalaskannya pada sang Uchiha terakhir.

"Kenapa kau tidak ingin menikah? Bukankah dulu kau bilang kau ingin membangkitkan kembali klanmu?" Tanya Sang Rokudaime. Sasuke saat ini baru kembali dari penebusan dosanya namun Kakashi tahu jika Sasuke akan pergi lagi.

"Itu adalah ambisi kosong lain dari seseorang yang mentalnya dihancurkan untuk kepentingan desa." Sasuke mengambil gelas teh milik Kakashi dan meminumnya. "Kau sudah menjadi Hokage kenapa tehmu masih murahan?"

"Perubahan topik yang mengerikan, Uchiha."

"Aku belajar darimu, Hatake." Sasuke meletakan gelas teh milik Kakashi. "Bagaimana dengamu sendiri? Tidak ingin melanjutkan garis keturunan Hatake?"

"Aku terlalu rusak untuk memiliki keturunan."

"Aku memiliki saran, kenapa kalian tidak saling menikah saja. Kalian menikah dan kalian bisa melanjutkan garis keturunan dua klan sekaligus." Ujar Shikamaru dengan nada malas. Dia sejak awal sudah ada disana dan mendengarkan percakapan mantan guru dan murid itu.

Dua anggota terakhir di klan masing-masing klan mereka saling memandang.

"Shikamaru, kau tahu serupawan apapun Sasuke, dia tetap seorang laki-laki kan? Dia tidak bisa hamil."

Sasuke cemberut. "Kalau begitu kau saja yang hamil, Hatake."

"Seandainya aku bisa, Uchiha. Tapi bukan aku diantara kita berdua yang memiliki wajah cantik."

"Aku bahkan belum pernah melihat wajahmu."

"Percayalah, Sayang. Aku memiliki wajah yang tampan."

Shikamaru mengerang kesal. "Kalian benar-benar harus menikah. Kalian seperti diciptakan satu sama lain."

Sebenarnya itu hanya saran candaan Shikamaru namun satu bulan kemudian Ino menghampirinya sambil berteriak kencang.

"Rokudaime-sama akan menikah dengan Sasuke-kun!!"

---

Shikamaru menatap datar Hokagenya dan teman satu angkatannya yang dulu pernah menjadi mantan teroris yang menyerang pertemuan lima kage. Hokagenya menggaruk belakang lehernya sambil tersenyum sedangkan si mantan teroris menatapnya sambil merengut.

"Ini semua salahmu, Nara. Hokagemu tidak berhenti mengikutiku dan memintaku untuk menikah dengannya sampai aku mengatakan iya."

"Hokageku adalah Hokagemu juga, Uchiha. Ah, atau haruskah aku memanggilmu Hatake sekarang?"

Shikamaru tahu Sasuke siap mengeluarkan susano'onya namun terhalang karena tepukan tangan Kakashi di kepala Sasuke. Tinggi Sasuke masih dibawah Kakashi dan Shikamaru.

---

Kakashi dan Sasuke terengah-engah setelah menyelesaikan sesi bercinta mereka untuk kesekian kalinya malam ini.

"Bertahun-tahun berteman dengan Gai membuatmu teracuni stamina masa mudanya kah?" Sasuke menggunakan iryo ninjutsu untuk menyembuhkan lubang pantatnya yang digempur Kakashi selama berjam-jam. Ia bersyukur Karin dan Sakura pernah mengajarinya jutsu medis. "Sialan, aku kira kau masih seorang pemalas dalam segala hal."

Kakashi tertawa lalu menciumi wajah Sasuke. Sasuke tidak menghindar namun ia merengut kesal. "Aku pikir aku akan berterimakasih pada Shikamaru minggu depan. Karena ucapannya aku tahu ternyata kau juga menyukaiku."

"Minggu depan? Kenapa tidak besok?"

"Kita pengantin baru, Sayang. Tentu saja kita akan menghabiskan satu minggu penuh sesi bercinta yang menggairahkan."

"Kau dan otak selangkangamu, Hatake."

"Kau menyukai apa yang ada di selangkanganku, Hatake Sasuke."

Sasuke membalasnya dengan tendangan hingga membuat Kakashi terjatuh dari ranjang.

---

Setengah tahun setelah pernikahan Kakashi dan Sasuke. Sasuke menghampiri Shikamaru di rumahnya.

"Nara, aku tahu kau jenius tapi kau bukan peramal kan?"

"Apa maksudmu, Hatake?"

Sasuke memelototi Shikamaru akan panggilan sang penasehat Hokage. Ia lalu mengambil sesuatu dari sakunya. Sebuah foto hitam putih dengan dua titik berwarna putih disana. "Aku hamil."

Kepala Shikamaru pusing seketika.

---

Tsunade menatap malas Uchiha terakhir didepannya. Well, tampaknya Sasuke bukan lagi Uchiha terakhir karena dalam beberapa bulan kemudian akan muncul Uchiha lain tapi Uchiha itu masih ada di perut Sasuke.

"Sakura sudah memberitahuku mengenai kehamilanmu."

"Ini lelucon kan?"

"Tidak." Tsunade menyandarkan tubuhnya di kursi. "Klanmu memang memiliki genetika langka dimana seorang laki-laki bisa hamil."

"Bagaimana kau tahu?"

"Aku hidup lebih lama darimu, Bocah sombong. Menurutmu kenapa Tetua dan Dewan Desa menyutujui pernikahamu dan Kakashi padahal kalian berdua sama-sama laki-laki? Karena kita tahu kau bisa mengandung."

"Kenapa seluruh orang tahu jika dalam hubunganku dan Kakashi, aku yang berada diposisi bawah?"

Tsunade membuka botol sakenya dan meneguknya langsung. "Kalian Uchiha selalu bersikap arogan dan penuh dominasi namun pada kenyataannya kalian adalah submissive."

Cemberut Sasuke kian terlihat.

"Apa kau tahu siapa orangtua Kakashi?"

"Hatake Sakumo dan Hatake Kira, Kira-san dulunya seorang Inuzuka."

"Lalu apa kau tahu siapa Kakek dan Nenek Kakashi dari pihak Ayahnya?"

Dahi Sasuke mengernyit. Kakashi tidak pernah mengatakannya padanya.

"Dia belum memberitahumu?"

Sasuke menggeleng.

"Kalau begitu tanyakan padanya."

"Apa hubungan Kakek dan Nenek Kakashi dengan kehamilanku?"

"Ada hubungannya. Karena Nenek Kakashi berasal dari klan Uchiha."

---

Kakashi tengah menyantap makan malam buatan Sasuke namun pasangan sahnya itu hanya menatapnya dan tidak menyentuh makanannya sama sekali.

"Ada apa, Sayang?"

"Aku ingin memberitahumu sesuatu tapi sebelum itu aku ingin bertanya padamu dulu."

Kakashi mengangkat satu alisnya.

"Siapa Kakek dan Nenekmu dari pihak Ayahmu?"

Pertanyaan Sasuke sukses membuat Kakashi menghentikan gerakan makannya. "Kenapa kau bertanya?"

"Jawab saja." Sasuke berujar dengan serius.

"Senju Tobirama dan Uchiha Kagami."

Sasuke menatap kosong wajah suaminya. "Jangan bercanda."

"Siapa yang bercanda, Sayang." Kakashi memutar matanya.

"Kau."

"Apa wajahku terlihat seperti orang yang sedang bercanda?"

"Kau telah menjadi shinobi seumur hidupmu. Membuat poker face adalah keahlian paling sederhana."

"Aku tidak berbohong, Sasuke. Terserah kau percaya atau tidak tapi aku sudah menjawab pertanyaanmu." Kakashi pun kembali melanjutkan makanannya seolah informasi mengenai identitas Kakek dan Neneknya adalah percakapan sehari-hari. "Tapi karena aku sudah menjawab pertanyaanmu. Sekarang kau beritahu aku apa yang ingin kau katakan padaku."

"Aku hamil."

Kakashi tersedak makanannya dan Sasuke hanya berjalan pergi menuju kamar mereka. Istri yang berbakti memang.

Kakashi menenangkan dirinya lalu membereskan makan malam yang ada diatas meja sebelum pergi mengikuti Sasuke. "Sasuke."

"Hn." Sasuke tengah mengganti baju.

"Kau serius?"

"Seserius kau memberitahuku mengenai siapa Kakek dan Nenekmu."

Kakashi tertawa lalu mendekati Sasuke dan memeluknya dari belakang. Bukan hanya itu, Kakashi juga menciumi leher Sasuke.

"Aku mencintaimu, terimakasih karena menjadikanku pria paling beruntung."

"Hn." Sasuke membawa tangan hangat Kakashi ke perutnya yang masih datar. "Kenapa kau baru memberitahuku siapa Kakek dan Nenekmu sekarang. Seandainya Godaime tidak menyuruhku bertanya padamu, aku tidak akan tahu."

"Siapa Kakek dan Nenekku tidak terlalu penting. Aku juga tahu dari jurnal milik Ayahku setelah kematiannya."

"Bukankah seharusnya kau dan Ayahmu menggunakan klan Senju di nama kalian?"

Kakashi menggeleng. "Di jurnal Ayahku dituliskan bahwa dia tidak ingin menjadi Senju maupun Uchiha jadi dia memakai nama klan Neneknya. Yang aku tahu jika Sodaime dan Nidaime masih memiliki darah Hatake."

"Jika perhitunganku tepat, bukankah Ayahmu lahir ketika Konoha sudah dibangun?"

"Memang. Tapi Tobirama dan Kagami tidak pernah menikah. Menurut jurnal Ayahku, Tobirama bahkan tidak tahu jika Kagami tengah hamil ketika dia meninggal melawan pasukan Kinkaku dan Ginkaku. Kagami melahirkan Ayahku di pemukiman klan Hatake yang saat itu belum bergabung dengan Konoha. Sayangnya Kagami tidak bisa berada disana terus menerus karena saat itu ia salah satu kandidat Kepala Klan tapi dia masih sering mengunjungi Ayahku." Elusan tangan Kakashi di perut Sasuke berhenti sebentar.

"Tapi itu tidak bertahan lama kan?"

"Ya, Kagami harus menikah dengan salah satu wanita Uchiha. Kau jelas tahu siapa keturunan Kagami di klanmu kan?"

"Shisui." Sasuke tahu karena saat ia membangkitkan para Hokage sebelumnya, Sandaime menyebutkannya secara sekilas.

"Ya, aku dan Shisui masih memiliki darah yang sama dari Kagami."

"Menurut jurnal Ayahmu, kapan Kagami meninggal?"

"Satu minggu setelah ulang tahun kelima Ayahku." Kakashi menunjuk tanto yang tergantung di dinding kamar mereka. "Itu adalah hadiah terakhir yang Kagami berikan untuk Ayahku sebelum ia meninggal."

"Siapa yang membunuhnya?"

"Ayahku memiliki dugaan jika Danzo yang membunuhnya tapi dia tidak memiliki bukti."

Sasuke memutar tubuhnya untuk memeluk Kakashi. "Aku sungguh tidak menyesal membunuh pria itu."

Kakashi memeluk Sasuke dengan penuh keposesifan. Ia hirup dengan rakus aroma pasangan jiwanya. Kakashi bersumpah kisahnya dan Sasuke akan berakhir dengan bahagia. Mereka tidak akan mengulangi kisah penuh tragedi seperti milik Tobirama dan Kagami.

"Lucu sekali, Kakekmu jatuh cinta pada seorang Uchiha dan cucunya juga jatuh cinta pada seorang Uchiha."

Kakashi tertawa kecil dari ceruk leher Sasuke.

"Dia bukan orang yang baik, kau tahu. Saat Orochimaru membangkitkan para Hokage dan saat Tobirama tahu keinginanku untuk menghancurkan Konoha, dia sangat marah bahkan menyebut Uchiha sebagai klan yang dirasuki Iblis."

Tawa Kakashi kian keras. "Aku seharusnya ada disana dan memberitahunya jika dia memiliki anak dengan seorang Uchiha."

Sasuke ikut tertawa.

Keduanya tidak menyadari ada dua bayangan yang sejak tadi memerhatikan mereka.

"Sensei, ayo kita kembali."

Sosok bayangan seorang pria tinggi berambut putih memandang lembut sosok lain yang lebih kecil darinya dengan rambut ikal berwarna hitam yang menjadi perhatian pertama saat ia pertamakali melihatnya di Akademi.

"Mereka akan lebih bahagia dari kita kan, Kagami?"

"Ya, Tobirama-sensei. Romansa mereka akan berakhir lebih indah dari milik kita."

---

THE END