Work Text:
Tittle : Gift
Pair : Yoo Joonghyuk × Kim Dokja
Rate : T
Genre : Fluff
"Joonghyuk-ah!"
Joonghyuk yang sedang berbicara dengan timnya setelah menyelesaikan sebuah pertandingan game terlonjak kaget saat mendengar suara manis pasangannya. Ia menoleh dan menemukan Kim Dokja—suami kecil Yoo Joonghyuk berjalan ke arahnya dengan raut wajah yang berseri-seri, yang mana membuat Yoo Joonghyuk bingung, suaminya itu bahkan terlihat sangat kelelahan dan sakit tadi pagi hingga tidak dapat menonton pertandingan game yang diikuti tim Yoo Joonghyuk.
"Tak di sangka suami kecilmu akan menjemput mu." Ujar Han Sooyoung selaku sahabat Yoo Joonghyuk dan Kim Dokja yang ikut menonton pertandingan karna paksaan sahabat cumi-cumi nya yang berkata bahwa Han Sooyoung harus menonton pertandingan Yoo Joonghyuk dan menggantikan Kim Dokja yang tidak dapat menonton secara langsung. Kata Kim Dokja sih supaya Yoo Joonghyuk tidak merasa sedih karna orang terdekatnya tidak menonton pertandingan nya.
Huh, padahal sahabat mereka yang lain juga ikut menonton pertandingan, cuma Kim Dokja nya aja yang beberapa hari ini menjadi rewel dan sangat sulit di pahami. Han Sooyoung aja sering di buat pusing dengan tingkah Kim Dokja yang semakin tak terkendali dan aneh belakangan ini.
"Bukankah Dokja-ssi sedang sakit?" Gumam Yoo Sangah dengan bingung.
Yoo Joonghyuk melangkah mendekati suaminya yang segera memeluknya dengan erat begitu jaraknya dekat. "Kenapa datang? Bukankah sudah ku suruh untuk diam di dalam rumah menungguku pulang? Kenapa malah tidak menurut? Dan bagaimana kau sampai disini? Apakah kau menyetir mobil sendiri? Bagaimana jika kau tiba-tiba pingsan ketika sedang menyetir?" Tanya beruntun Yoo Joonghyuk, matanya menatap khawatir pria di pelukannya.
Kim Dokja yang meringis dan berjinjit mencium kedua pipi suaminya, "yeobo, tenang. Aku baik-baik saja, dan tidak terluka atau sakit sama sekali. Aku baru saja pulang dari Rumah Sakit dan sengaja menemui mu ketika aku tak sengaja melewati tempat mu bertanding."
"Kau dari Rumah Sakit?" Yoo Joonghyuk bertanya dengan linglung.
Sementara itu semua anggota Tim Yoo Joonghyuk dan sahabat mereka telah pergi meninggalkan sepasang suami-suami yang tengah menunjukan kasih sayang mereka.
Kim Dokja mengangguk dan menyugar surai gelap suaminya dan berjinjit lalu mencium dahinya. "Sebelum kesini aku sudah memesan makanan dari Restoran di seberang untuk di bawa pulang. Jadi, ayo pulang dan rayakan kemenanganmu."
Sepertinya kalimat dan senyum lembut Kim Dokja berhasil menyihir Yoo Joonghyuk, sehingga pria itu sekarang hanya menangguk menurut dan semakin menempel ke Kim Dokja.
"Oi, Kim Dokja! Kau tak lupa dengan janjimu bukan?" Teriak Han Sooyoung yang memang memilih tidak meninggalkan kedua sahabatnya yang sedang bersemesraan.
Kim Dokja memutar matanya malas, "aku tidak lupa. Kau dan yang lain bisa makan sepuas kalian di Restoran seberang sana. Aku telah menyewa tempat itu untuk kalian." Balasnya sambil menarik lengan suaminya untuk pergi.
"Kau menyewa restoran? Kenapa? Ini seperti bukan dirimu."
"Karna aku senang." Jawab Kim Dokja, tangannya merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan kunci mobil lalu menyerahkannya ke Yoo Joonghyuk, "kau tinggalkan motormu di sini dan suruh seseorang untuk mengantarkannya ke rumah nanti. Sekarang, kau yang menyetir mobilku."
Yoo Joonghyuk menerima kunci itu dan merangkul pinggang Kim Dokja seraya berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka, Yoo Joonghyuk membukakan pintu untuk Kim Dokja begitu mereka sampai dan bertanya lagi, "senang karna apa? Karna aku menang?"
Kim Dokja berterimakasih dan masuk ke dalam mobil, matanya mengerling nakal ke pria yang berdiri di samping mobil. "Itu salah satunya, coba tebak alasan lainya."
Yoo Joonghyuk menggelengkan kepalanya dan memilih berjalan menuju pintu bagian kursi pengemudi lalu masuk dan menyalakan mesin, ia menoleh ke suaminya, "aku lebih suka kau memberi tahu ku sendiri daripada aku harus menebak."
Kim Dokja mendengus dan mencibir saat mendengarnya. "Sudahlah, ayo pulang. Aku akan menyerahkan hadiahnya di rumah."
『••✎••』
Yoo Joonghyuk dan Kim Dokja sekarang ini saling berpelukan dan menonton televisi setelah makan tadi.
"Ada yang kau sembunyikan dariku."
"Aku tidak menyembunyikan apapun, Joonghyuk-ah."
"Kau tahu kau tidak bisa berbohong padaku, Dokja-ya."
Kim Dokja merengut dan berdecak, "aku mengatakan yang sebenarnya, yang kau anggap sesuatu yang ku sembunyikan itu adalah hadiah atas kemenanganmu."
"Benarkah? Dan apa itu? Kurasa sudah waktunya aku menerima hadiahnya."
Kim Dokja tersenyum cerah dan menarik tangan suaminya lalu mengarahkan nya ke perut bagian bawahnya, "disini, ini hadiahmu." Kim Dokja tertawa kecil saat melihat suaminya menatap nya dengan tatapan tercengang, "bagaimana? Kau menyukai hadiahnya, Appa?"
Yoo Joonghyuk tercengang, ia menatap tidak percaya suami manisnya. "Dokja-ya."
"Kenapa? Tidak senang?" Tanyanya dengan nakal.
Yoo Joonghyuk segera menggeleng dengan kuat dan menarik pria yang lebih kecil kepelukannnya. "Terimakasih, aku sangat menyukainya." Diciuminya wajah Kim Dokja hingga membuat si empunya wajah tertawa geli dan mendorong wajah Yoo Joonghyuk untuk menjauh.
"Hentikan, kau membuatku geli."
"Tidak, biarkan aku menunjukkan rasa cintaku padamu." Tolak sang dominan.
Kim Dokja tersenyum geli dan mencium pipi kanan Yoo Joonghyuk, "apa karna aku mengandung anakmu kau jadi sangat mencintaiku?"
"Bahkan, tanpa kehadirannya aku sudah sangat mencintaimu." Sanggah Yoo Joonghyuk.
Kim Dokja tersenyum cerah, pipinya memerah dan tawa kecil keluar dari mulutnya, "aku juga sangat mencintaimu, sunfish."
[Gift - Completed]
