Actions

Work Header

Can I Have This Dance ?

Summary:

Kehidupan pasangan baru menikah

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

“Mas, udah ihh itu buat apa coba”

Sunghoon menarik tangan Heeseung yang masih asik pegang-pegang rangkaian rak untuk menggantung pakaian seperti jaket atau tas.

“Tapi ini lucu tau sayang, ditaruh di deket pintu masuk kan buat gantung jaket kita gitu” Heeseung mulai berargumen.

Saat ini Heeseung dan Sunghoon sedang mengelilingi IKEA untuk mencari barang-barang yang bisa dibeli dan mengisi rumah mereka.

Pasangan suami-suami baru berusia 3 minggu ini baru saja pulang dari bulan madu panjang di laut Mediterania sana dan baru saja menghuni rumah baru mereka.

Mereka sudah kembali sejak 2 hari yang lalu tapi terlalu lelah untuk mencari pernak-pernik pengisi rumah.

Alhasil mereka tetap menempati rumah baru yang belum ada isinya itu. Tidur saja diatas bedcover tanpa kasur. Bedcover kado pernikahan dari Jay dengan motif Rapunzel. Motivasinya Jay memberi itu katanya biar mereka punya anak cantik dan manis seperti Rapunzel saja, alih-alih mirip Sunghoon yang petakilan. Sunghoon membuat catatan dikepalanya untuk memukul Jay ketika mereka bertemu.

Akhirnya setelah 2 hari betah tidur diatas bedcover dengan 1 set bantal standar mereka memutuskan untuk cari perlengkapan rumah lainnya. Soalnya bedcover lagi di cuci, kotor. Tolong jangan ditanya kotornya kenapa.

Heeseung dan Sunghoon sudah memutari IKEA selama 2 jam, pilih macam-macam barang yang dibutuhkan dan dianggap lucu.

Sebenernya yang sibuk milih Heeseung, sedang Sunghoon sibuk menahan sang suami dari boros yang tidak ada obatnya.

Heeseung tidak bisa dibilang memilih kalau kenyataannya dia berniat memasukkan semua barang yang dia lihat kedalam troli.

Alasannya ‘ini lucu’. ‘ini beda sama yang tadi’ yang. ‘ini bisa buat pajangan’.

Kalau dimarahi Sunghoon karena pakai alasan ‘ini lucu’ maka Heeseung akan menjawab,

“Aku tuh lemah sama yang lucu-lucu, makanya aku kalah dan nikahin kamu nih sekarang, yang”

Lalu Sunghoon akan mendorong Heeseung dibahu dengan keras, berbalik badan dengan muka memerah dan berjalan menjauh. Kabur.

Sementara dibelakangnya Heeseung akan tertawa renyah kemudian bergerak memasukkan barang yang jadi perdebatan mereka tadi ke dalam dorongan.

“Udah mas, udah banyak nih. Cukuplah sementara. Barang-barang dasarnya kan udah nih” Sunghoon mulai capek dan laper, dia harus segera menarik Heeseung keluar sebelum sang suami memindahkan IKEA ke rumah mereka.

“Sayang tapi kita belum punya — -”

cup.

Kalimat Heeseung dipotong oleh kecupan manis Sunghoon di bibir.

“Udah ayok pulang” Sunghoon memperingati.

“Mau lagi. Mau cium lagi baru pulang” Heeseung malah merengek tak tahu diri dan tak tahu tempat.

Sunghoon mendekatkan wajahnya kembali pada Heeseung, alih-alih memberi kecupan lain Sunghoon justru berbisik ditelinga Heeseung. Membuat sang suami nyengir lebar dan berbalik menarik tangan Sunghoon kearah luar dengan senyuman lebar.

“Nanti. Dirumah. Sekarang ayo pulang”

Dasar pasangan baru.

— — -

“Ahh bingung lah yang, buang aja nih mejanya. Salah nih kertas instruksinya”

Heeseung mengeluh untuk entah keberapa kali dan mendorong obengnya menjauh.

Lagi-lagi gagal memasangkan mana baut yang benar untuk meja makan mereka.

“Kamu yang bilang bisa masang lho tadi mas. Baru gini udah nyerah sih?” Sunghoon menyemangati selagi dirinya sibuk memutar obeng pada pintu rak pajangan yang berhasil di rangkainya.

“Ya tapi aku udah ngikutin instruksinya tapi salah mulu. Salah nih yang bikin buku instruksi” Heeseung makin bersungut.

Sejak pulang dari IKEA tadi dia baru berhasil memasang 4 kursi meja makan dan masih stuck merangkai mejanya sejak sejam yang lalu.

Sedang Sunghoon di ujung lain sudah menyelesaikan 1 rak pajangan dan 2 rak piring juga bumbu.

Sunghoon mendekat pada Heeseung dan menangkup wajah suaminya yang frustasi dengan kedua tangan. Kasian juga suaminya.

“Capek yaa sayangku? Mau dibikinin es sirup? Kita punya rasa melon di kulkas, emm?” Sunghoon memiringkan kepalanya ketika berbicara.

Heeseung ingin mengumpat. Suaminya manis sekali.

Heeseung malah menundukkan kepalanya kearah leher Sunghoon. Antara gemas dan lemas. Capek kadang sama keimutan suaminya sendiri.

“Mau peluk ajaa”

“Haha abis ini yaa, mandi trus kita istirahat aja dulu” Sunghoon tertawa sambil mengusap punggung Heeseung.

Sunghoon kemudian berdiri dan berjalan kearah dapur. Membuka kulkas dan mengambil sirup melon yang dijanjikan tadi.

“Mas hidupin musik lah, sepi banget kita daritadi TV nya belum bisa hidup gitu” Sunghoon berujar sambil sibuk mengaduk sirup dan air dingin di teko besar.

Heeseung meraih handphonenya asal dan menekan shuffle secara langsung. Terlalu malas pilih-pilih lagu, toh mereka berdua menikmati banyak genre musik yang sama.

Take my hand, take a breath

Pull me close and take one step

Keep your eyes locked to mine

And let the music be your guide

Suara Vanessa Hudgens mengalun pelan dari speaker gawai Heeseung.

“Yaampun lagunya hahahaha inget jaman kita nonton film ini pulang sekolah dulu langsung deh ini” Sunghoon tertawa dari tempatnya mendengar lagu yang sangat familiar ini.

Heeseung tidak tau apa yang membuatnya tau-tau sudah melangkah kearah Sunghoon. Entah nada lagu yang familiar. Entah rasa ingin dekat-dekat suaminya. Entah karena haus dan sirup melon.

Sunghoon terkejut begitu dia berbalik dan mendapati Heeseung sudah berada 2 langkah dibelakangnya.

“Mas?” tanya Sunghoon.

Heeseung tak menjawab. Yang dilakukan hanya melempar senyum tipis dengan mata yang tak melepas tatap pada pujaan hatinya yang sah didepan sana. Heeseung mengulurkan tangannya kearah Sunghoon dan tersenyum makin lebar.

Sunghoon tersenyum samar mengerti maksud gerak suaminya. Sedikit menaikkan alisnya seolah menggoda.

Heeseung menggerakkan jarinya, memberi kode, memanggil.

Sunghoon tertawa dan menyambut uluran tangan yang sekarang selalu menjadi bantalan tidur malamnya.

Heeseung menarik Sunghoon pada pelukan ringan. Memulai langkah kakinya ke kanan lalu ke kiri, mengikuti irama musik yang mengalun.

Take my hand, I’ll take the lead

And every turn will be safe with me

Don’t be afraid, afraid to fall

You know I’ll catch you through it all

And you can’t keep us apart

Heeseung mengumamkan lirik yang ternyata masih dihafalnya.

Sunghoon dengan tangan kanan yang tersampir pada pundak kiri Heeseung tersenyum sangat lembut. Matanya memandangi sang suami yang melantunkan lirik dengan khidmat.

Even a thousand miles can’t keep us apart

Sunghoon balik mengumamkan lirik lanjutan untuk Heeseung. Keduanya tersenyum sangat lebar.

Cause my heart is wherever you are

Heeseung kembali menyanyikan part selanjutnya.

Heeseung sedikit mengangkat tangan kiri Sunghoon dan memundurkan tubuhnya. Sunghoon memandang bingung.

Heeseung memberi isyarat agar Sunghoon berputar seolah gerakan dansa sesungguhnya.

Sunghoon menuruti isyarat tersebut. Berputar dengan kaki sedikit berjinjit sebelum akhirnya kembali ditarik dalam pelukan Heeseung dan terkekeh, geli dengan kelakuan mereka sendiri.

Keduanya masih menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri seirama. Tanpa alas kaki.

Heeseung menarik pinggang Sunghoon semakin erat saat lagu yang berputar mulai mendekati akhir.

Sunghoon menyandarkan kepalanya pada pundak Heeseung, kedua tangan yang balik memeluk Heeseung erat. Menikmati beberapa detik menjelang lagu berakhir.

And with every step together

We just keep on getting better

“Terimakasih Sunghoon, sudah datang di kehidupanku” Heeseung berbisik pelan.

“Terimakasih kembali Heeseung, sudah menikahiku” Sunghoon menjawab setelah menarik wajahnya dari pelukan Heeseung, ingin mengatakannya selagi menatap sang suami.

Heeseung rasanya semakin tidak tahan melihat lelakinya. Heeseung menangkup wajah Sunghoon dan membawanya pada sebuah kecupan manis.

Lagunya sudah berganti. Es sirupnya sudah mencari.

Mari kita tinggalkan pasangan baru yang berbahagia ini dan mendoakan kebahagiaan yang lebih banyak lagi untuk mereka dimasa depan.

Notes:

Wish to meet more heehoonist on twt: https://twitter.com/llattehoon