Actions

Work Header

Take it All

Summary:

Everyone is born with a counterpart. Fate is already written in the deepest pages of life, and nothing can truly change it. Not long after the emergence of the second gender phenomenon, experts were once again shaken by the appearance of marks etched into the body. Blank marks that would reveal the moment two souls met each other's gaze for the first time after coming of age.Shaoyou never believed in soulmates. But what if a visit for a business contract ended with him returning home bearing 3 different marks on his body?

Konon, setiap orang diciptakan berpasangan. Takdir tertulis dalam lembaran terdalam kehidupan, dan tak ada yang dapat mengubahnya. Tak lama setelah munculnya gender kedua, para ahli kembali dikejutkan pada munculnya tanda yang terukir di tubuh. Tanda kosong yang terukir ketika sepasang jiwa menatap mata satu sama lain untuk pertama kalinya setelah dewasa.Shaoyou tidak percaya dengan belahan jiwa. Namun, bagaimana jika kunjungan untuk kontrak kerja sama berakhir dengan dirinya yang membawa pulang 3 tanda berbeda di tubuhnya?

You may translate this story by tapping the three-dot icon in the upper right corner and selecting the "Translate" option to choose your preferred language.

Chapter 1: Pertemuan Pertama

Notes:

(See the end of the chapter for notes.)

Chapter Text

Angin malam berhembus ringan melewati wajahnya, Sheng Shaoyou menutup mata. Kaca mobil sepenuhnya terbuka selama lebih dari lima menit yang lalu. Kekalutan yang terus memenuhi pikirannya membuatnya mual. Dalam hati ia kembali bertanya, apa yang mungkin salah pada dirinya. Ketika dokter menjelaskan kondisi Ayahnya untuk pertama kali, dia pikir dia tidak akan terlalu peduli. Tidak setelah apa yang dilakukan pria itu terhadap keluarga kecilnya. Tidak setelah pria itu membuat Shaoyou kecil mendengar isakan tangis ibunya setiap hari. Melihat wanita itu semakin memucat sambil terus mengenggan pergelangan kirinya dimana tanda jiwa terukir disana. Melihat pandangan kosongnya yang semakin memudar dan direnggut darinya.

Perasaan pada Ayahnya, rumit. Setiap kali Shaoyou mencoba untuk membencinya, kilasan-kilasan kebahagiaan terlintas di benaknya. Dia ingat ayahnya pernah diam-diam membawakannya es krim saat Shaoyou mendapat hukuman dari ibunya. Dia ingat bagaimana ayahnya bergegas meninggalkan rapat saat mengetahui Shaoyou dirawat di rumah sakit. Dan seperti itulah bagaimana Shaoyou terus berusaha mencari dan mengembangkan obat untuk penyakit ayahnya. Entah sudah berapa uang yang ia keluarkan. Dan harapannya terus menurun beriringan dengan ratusan racikan obat yang sama sekali tidak dapat mengurangi rasa sakit Ayahnya. Sampai beberapa hari yang lalu, ketika sekretarisnya menyampaikan sebuah harapan kepadanya.

HS Group merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bioteknologi seperti ShengFang Biotech. Perusahaan tersebut telah melejit popularitasnya beberapa tahun belakangan dengan produk-produk andalan mereka berbasis "Zuichi". Produk-produk rumah tangga yang menawarkan aroma jeruk pahit segar dan rum, mulai dari pengharum ruangan hingga sabun. Aroma yang entah bagaimana terlalu mirip dengan aroma feromon Shaoyou. Hal tersebut diam-diam menjadi alasan kedua dirinya tidak sabar untuk bertemu dengan pemilik perusahaan tersebut. HS Group juga telah melebarkan sayapnya dengan mengakuisisi beberapa laboratorium kimia dan farmasi. Menciptakan obat-obat racikan baru dengan dasar DNA feromon yang konon sudah terbukti kemanjurannya.

"Tuan, Anda bisa sakit jika terus membiarkan jendelanya terbuka. Malam ini cukup dingin." Suara Chen Pinming membuyarkan lamunan Shaoyou. Pria yang jauh lebih tua darinya memandangnya dari spion depan, alisnya mengerut khawatir.

"Aku tidak selemah itu hingga angin bisa membuatku sakit." Gumam Shaoyou dengan nada mengejek sambil terkekeh kecil. Masih menyangga kepalanya di dekat jendela.

Setelah menghabiskan sekitar 40 menit dan satu kali terjebak macet, mobilnya berhenti di depan pintu perusahaan HS Group. Beberapa petugas berjas berkacamata hitam menyambutnya, mendahului supir Shaoyou yang hendak membuka pintu. Shaoyou menarik nafas sebentar. Beta. Ada enam di antaranya. Mau tak mau Shaoyou bersyukur telah mendengarkan kata sekretarisnya malam itu, tentang Shen Wenlang yang membenci omega. Yang cukup aneh mengingat pria itu adalah Alpha tingkat S seperti dirinya. Dan sudah menjadi rahasia umum untuk pebisnis untuk menyediakan beberapa omega saat melakukan perjanjian kontrak. Namun apa pun alasannya, tujuan Shaoyou ke perusahaan itu adalah untik penawaran kerjasama. Dia mungkin memiliki ego yang tinggi, tapi rasa hormat yang telah ia pelajari sejak kecil tidak pernah ia abaikan.

Pintu kaca perusahaan otomatis terbuka dan menampilkan meja resepsionis yang panjang dan tampak sibuk. Shaoyou diarahkan ke lift di sebelah kanan resepsionis. Kepalanya berputar hampir 180° melihat ke sekelilingnya, bergumam sembari memuji desain gedung tersebut. Kekaguman kembali terpancar saat menyadari begitu banyaknya karyawan yang masih berlalu lalang membawa berkas. Yang membuat alasan Shen Wenlang memintanya bertemu di malam hari sangat masuk akal.

Shaoyou masuk ke dalam lift, menempati ruang kosong yang sengaja diciptakan di tengah. Para pria berjas tadi memenuhi sisi kanan dan kiri lift, membuat ruang itu menjadi sempit dan tidak nyaman. Seseorang menekan tombol 9. Chen Pinming yang berdiri tepat di belakangnya, terus berbisik kecil ketika tombol lift terus menyala ke atas. Menginformasikan mengenai kemungkinan penawaran lain yang bisa ia sampaikan ke perusahaan itu.

Kantor Shen Wenlang terletak tepat di tengah-tengah gedung, di mana hanya terdapat sepasang pintu besar yang berada di ujung lorong lantai tersebut. Shaoyou memandang ukiran berbentuk bunga yang memenuhi sisi luar pintu kayu. Diam-diam mencoba mengingat dan mencari tahu jenisnya. Tidak jauh dari pintu, terdapat meja panjang persegi dengan papan tanda bertuliskan "Sekretaris" yang diletakkan di belakang komputer. Seorang karyawan beta wanita yang awalnya duduk segera berdiri dan membungkuk begitu meyadari kedatangannya. Shaoyou membalasnya dengan anggukan singkat. Dia dan sekretarisnya hendak meneruskan jalannya ketika suara wanita tersebut membuat langkah mereka terhenti.

"Mohon maaf Tuan Sheng, namun Tuan Shen hanya meminta Anda yang diizinkan masuk ke dalam ruangannya." Ucap beta tersebut terdengar gugup, alis Shaoyou naik.

"Kenapa? Dia Sekretaris pribadiku." ujar Shaoyou berusaha ramah.

"Saya hanya menyampaikan perintah Tuan Shen." Karyawan wanita itu menunduk lebih ke dalam yang membuat Shaoyou menghela napas kalah. Melirik ke belakang tempat para pria berjas sebelumnya berdiri di sisi-sisi koridor.

"Apa maksudnya? Sudah sewajarnya jika sekretaris diizinkan masuk saat membicarakan kerja sama." Chen pinming maju, berdiri mendahului Shaoyou.

"Bagaimana jika Tuanmu merencanakan sesuatu yang buruk?" Lanjutnya dengan suara yang lebih tajam. Pinming hendak membuka kembali mulutnya, namun kata-katanya terpendam ketika Shaoyou mengangkat tangannya. Memberi kode untuk berhenti berbicara.

"Aku bisa menjaga diri" Kata Shaoyou singkat, sambil sedikit mengeluarkan feromonnya.

"Tapi Tuan-" Sekretarisnya masih ragu, khawatir.

Shaoyou mau tak mau tersenyum lembut, berbalik berhadapan dengan sekretarisnya. "Jika terjadi sesuatu, aku akan berteriak. Dan aku tahu kamu akan sampai di sana lebih cepat dari siapa pun." Shaoyou meremas pundak Chen Piming sambil menggoyangkannya kecil. Pria yang lain mengangguk pasrah, dengan ragu menyingkir. Mempersilahkan Shaoyou melanjutnya langkahnya.

Salah satu pria berjas berjalan cepat dan mendahuluinya untuk mengetuk pintu. Menyampaikan kedatangan Shaoyou dan meminta izin untuk membuka pintu. Sekretaris wanita di belakang juga tampak bersiap memegang telepon kantor. Suara "masuk" terdengar setelahnya.

Ruang kerja Shen Wenlang jauh lebih besar dari miliknya sendiri, hampir dua kali lipatnya. Shaoyou melirik menatap pria itu yang duduk di kursinya sambil meminum teh, tidak mengindahkan kedatangannya. Hidungnya sedikit mengendus secara bersamaan dengan terdengarnya pintu di belakangnya yang tertutup. Alih-alih aroma feromon orang lain, Shaoyou hanya mencium aromanya sendiri. Aroma jeruk pahit dan rum langsung tercium kuat. Hidungnya mengerut, matanya menelisik ke seluruh ruangan ke dinding bagian kiri di mana sebuah pengharum ruangan otomatis terpasang. Tangannya terkepal, kemarahan yang ia tahan sejak pertama kali tau bagaimana HS Group menggunakan bau feromonnya untuk produk utama mereka hampir meledak.

"Silahkan duduk Tuan Sheng." Seorang pria berkacamata menunjuk kursi di seberang kursi Shen Wenlang. Shaoyou menghembuskan napas perlahan berusaha memendam emarahannya. Pria berkacamata itu benar-benar mirip dengan beta wanita diluar, bagaimana mereka berdua sama-sama terus memandang lantai daripada memandang Shaoyou. Kesopanan yang berlebihan.

Shaoyou duduk, merapikan pakaiannya sebentar sebelum memandang ke depan. Kejengkelan langsung kembali memenuhi dirinya. Shen Wenlang dengan sopan santun sebesar cherry masih memilih untuk menyeruput tehnya. Shaoyou memaksakan senyum ramah yang selalu ia gunakan ketika berhadapan dengan klien, tangannya terulur ke depan. "Perkenalkan, saya Sheng Shaoyou pemilik ShengFang Biotech."

Shen Wenlang menurunkan cangkir itu dari bibirnya, menatap lengan yang ada di depannya. Dengan acuh meletakkan cangkir ke meja dan menjabat tangan itu, meremasnya agak keras. Bibirnya terbuka, hendak menjawab dan memutar naik untuk menatap Shaoyou. Kemudian hal itu terjadi. Sepasang jiwa menemukan satu sama lain. Mereka membeku. Udara di sekitar terasa berhenti. Suara detak jantung memenuhi pendengaran. Orange Blossom dan Iris berhadapan, pengakuan, rasa aman, kesetaraan dan cinta. Lalu penglihatan mereka dipenuhi kilasan memori yang berjalan terlalu cepat, yang nantinya akan mereka ketahui secara perlahan. Dari genggaman kedua tangan mereka, gertaran rendah dan dalam tersalurkan. Menyengat seperti listrik. Kemudian rasa sakit dan perih muncul di suatu titik di tubuh mereka. Shaoyou sadar, menarik tangannya dengan cepat. Meninggalkan Shen Wenlang yang masih membeku.

Ketakutan menguasainya. Shaoyou bangkit  dengan panik, kepalanya pusing dan kakinya tiba-tiba terasa lemas. Dia akan terjatuh ketika sepasang tangan kuat dengan cepat menyangga tubuhnya. "Anda baik-baik saja Tuan?" Kemudian mata Shaoyou bertemu dengan sepasang mata yang dibingkai kaca. Dan perasaan yang sama kembali melintas. Orange Blossom dan Sage saling memeluk satu sama lain, kesabaran, kelembutan, kehangatan dan kasih sayang. Lembaran-lembaran memori yang terlalu cepat untuk dilihat, terlalu banyak untuk diingat. Sengatan tajam yang Shaoyou rasakan di bagian bawah tubuhnya. Mereka berdiri berhadapan namun seakan menyatu. Warna-warna menjadi jelas, dan Shaoyou tehuyung ke belakang. Kembali ke kursinya. 

Napasnya tersenggal dengan keras, jantungnya berdetak terlalu kencang. Di sudut penglihatannya seseorang mendekat. Pria dengan baju putih yang sedari awal berdiri di samping Shen Wenlang kini maju ke depan, tampak marah. Shaoyou dapat melihat bibir itu bergerak cepat, namun tidak ada suara apapun yang dapat ia tangkap. "Tatap aku." itu perintah. Alpha Shaoyou kalah, tunduk. Kemudian ia bertemu dengan sepasang iris berwarna merah. Perasaan yang sama, lebih kuat. Jauh lebih kuat. Dunia seakan terbalik, berputar terlalu kencang dan ia terlempar. Seakan tubuhnya membeku walau rasanya seperti kehangatan dalam selimut tua ibunya. Orange blossom dan Orchid berdiri berdampingan, saling merangkul, kemudian obsesi, kenikmatan, pemujaan, keterikatan dan cinta. Shaoyou berteriak lebih keras ketika sengatan tajam yang muncul di bawah abdomennya terasa seakan mengulitinya. Keras, tajam, lalu lembut dan putih, kenyal, lengket. Dia kebingungan, Shaoyou berteriak lebih keras, pandangannya sudah kabur oleh air mata. Dalam kepanikan, dia dapat mendengar Chen Pinming yang berusaha masuk dan membuka pintu dengan paksa.

 

***

Chen Pinming mendorong para penjaga dengan kasar, memaksa membuka pintu kayu di depannya untuk terbuka. Butuh beberapa kali percobaan hingga ruangan itu telihat di depannya. Ia dapat melihat Tuannya yang duduk dengan kalut. Pinming bergegas masuk dan mendekat. "Apa yang terjadi Tuan? Apa Anda Kesakitan!" Dia menatap Shaoyou. Tangannya meraba-raba tubuh atasannya untuk mengetahui apa yang salah. Namun, tidak ada jawaban. Sheng Shaoyou hanya bergetar hebat, matanya membelalak memandang ke sesuatu di belakangnya. Keringat membasahi kemeja dan rompinya, air mata mengalir deras. Dadanya naik-turun terlalu cepat. 

Pria itu segera menoleh, hendak meminta penjelasan kepada yang lain. Pria berbaju putih yang paling dekat dengan mereka menjatuhkan lengannya, butuh beberapa detik hingga kesadaran memenuhi kepalanya. Itu terlihat. Chen pinming dapat melihat dengan jelas tanda berbentuk orange blossom yang terletak tak jauh dari telinga kiri pria itu. Dia menelan ludahnya gugup, tak tau bagaimana mengatasinya. 

"No ...no...no!" Shaoyou terisak keras, meremas lengan atas sekretarisnya membengkokkan kuku kukunya ke dalam lapisan baju pria itu.

"Ini tidak mungkin." Suara yang lemah membuat Chen Pingming menoleh ke arah yang lain.

Shen Wenlang menyangga kepala dengan kedua tangannya, menundukkan dan menenangkannya. Itu sulit, tapi Pinming juga dapat melihat sekilas potongan tinta dari tanda itu. Mulutnya terbuka tidak bisa berkata-kata. Dan kemudian instingnya membuatnya menoleh ke belakang ke arah lelaki lain dengan bingkai kacamata. Pria itu memandang langit-langit sambil menutup matanya, lebih tenang dari dua yang lainnya tapi ada suatu hal yang membuatnya hampir sama. Pinming dapat melihat sisi leher sebelah kanan pria itu yang kosong. Matanya terus mengawasi, sampai pria yang lain sadar dan bersitatap dengannya. Mungkin karena raut wajahnya yang terlihat kebingungan, namun secara perlahan pria itu menegakkan tubuhnya. Kepalanya dimirinhkan ke kanan menunjukkan leher kirinya dimana tanda yang sama juga terukir disana.

Chen Pinming yang berusia lebih dari 40 tahun, belum menikah dan mendedikasikan hidupnya untuk bekerja. Dia belum menemukan belahan jiwa, mungkin tidak akan. Tujuannya hanya untuk menemani atasannya yang sudah ia kenal lebih lama dari orang tuanya. Dia yang sangat berani, untuk pertama kalinya merasakan ketakutan yang sangat dalam. Pandangannya kembali ke depan, ke tubuh yang masih bergetar. Satu hal yang ia pahami. Pria muda yang terus menempel padanya sejak kecil, pria yang membuat semua orang menundukkan pandangan kini terlihat sangat rentan. Sheng Shaoyou telah tercetak, dengan ketiga belahan jiwanya.

Notes:

Ini fanfiction pertama yang aku tulis seumur hidup. Jadi mungkin masih banyak salah mulai dari menggambarkan karakter dan lainnya. Bab ini emang masih kubuat pendek karena mau tes ombak dulu. Kalau ada kritik ataupun saran boleh tulis di kolom komentar. Komentar kalian jadi semangatku buat tulis lebih banyak♡♡

Terima kasih yang sudah membaca~